Konfigurasi DNS Server Debian 8.7 Sangat Lengkap

Kembali lagi di website wayaebelajar.net pada kesempatan kali ini kami akan membagijan sebuah artikel tutorial mengenai Konfigurasi DNS Server Debian 8.7. Untuk kalian yang belum pernah konfigurasi DNS Server  Debian mari kita simak terus pembahasan kami.

Pengertian DNS SERVER

DNS (Domain Name Server) merupakan sebuah sistem yang menyimpan inforasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer (baik WAN/LAN).
DNS menyediakan sebuah servis yang cukup penting pada internet, karena sesorang pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain daripada alamat IP Address. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah :

  1. DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat user mengetikan www.detik.com pada browser, maka user akan diarahkan ke alamat IP Adress 203.190.242.69.
  2. Atau dalam Phone book HP kita, domain seperti nama pemilik nomor HP misalkan Andi dan IP Adress adalah no. Hp nya. Misalkan kita akan menelpon andi maka kita leih mudah mengingat dan mnecari nama andi daripada mengingat no HP nya.

Proses Kerja DNS Server

Sedangkan dalam proses kerjanya DNS terdiri dari 3 komponen yaitu sebagai berikut :

  1. DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi (misalkan browser).
  2. Recursive DNS Server merupakan komponen DNS yang dapat melakukan pencarian dengan melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver serta mengembalikan kembali jawaban kepada para esolver tersebut.
  3. Authoritative DNS server merupakan komponen yang berfungsi untuk proses pemberian jawaban untuk permintaan dari recursor, baik itu dalam bentuk jawaban ataupun dalam bentuk authoritative DNS server lainnya

Pada prakteknya setiap aplikasi memiliki cache dan packet DNS sendiri memiliki waktu hidup (time to live) yang ditentukan oleh administrator. Ini bertujuan untuk meringankan beban kerja DNS server karena banyaknya user yang mengakses server tersebut. Dapat kita pahami ketika sebuah DNS klien menerima sebuah jawaban dari DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu, yaitu sesuai nilai yang diset oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban.

Nilai itu di sebut time to live (waktu hidup) atau TTL. Pada saat jawaban tersebut masuk ke dalam cache, DNS resolver akan lebih dulu mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut, hanya ketika TTL telah habis atau saat administrator mengosongkan jawaban dar memori resolver secara manual, maka DNS resolver akan menghubungi DNS Server untuk informasi yang sama.

Cara kerja DNS Server

Adapaun cara kerja DNS Server dapat digambarkan sebagai berikut :

Cara Kerja DNS Server Debian

Keterangan :

  • (1) saat komputer client mengakses alamat host misalkan www.detik.com
  • (2) komputer tersebut akan melakukan translasi dengan menghubungi host (cache) terlebi dahulu, jika tidak ada data alamat IP www.detik.com maka komputer akan menghubungi DNS server (misal DNS ISP telkom 202.134.0.10) jika tidak ada maka DNS server akan menghubungi DNS server lainnya berdasarkan leve domain yang ada. Hal ini terus dilakukan sampai ditemukan jawaban dari IP www.detik.com.
  • (3) kemudian DNS server yang mengetahui IP alamat tersebut, memberi informasi alama IP ke client dan selanjutnya client bisa mengkases alamat tersebut.

DNS memakai TCP dan UDP pada komputer mempunya port 53 untuk melayani permintaan DNS. Hampir semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang diikuti ole jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukutan data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaran DNS zone transfer.

Struktur Hirarki DNS

Domain nama adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dalam jaringan. Dalam membuat nama ini haruslah mengikuti struktur yang elah ditetapkan oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yaitu sebuah lembaga internasional yang mengatur penggunaan domain da IP Address diseluruh dunia yang sebelumnya dilakukan oleh IANA.

IANA singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika serikat yang mengurusi masala h penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS) IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain.

Jenis – Jenis Record Dalam DNS

Adapun kelompok yang penting dari data yang disimpan dalam DNS yaitu sebagai berikut :

  1. A Record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk Ipv4)
  2. AAAA record atau catatan alamat Ipv6 memetakan sebuah nama host ke alamt IP 128-bit (untuk Ipv6)
  3. CNAME record merupakan sebuah catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain.
  4. MX record atau catatan menunjukan / memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut. Host ditunjuk sebagai mail exchager akan memproses atau meneruskan mail untuk domain tersebut dan biasanya disebut mai server.
  5. PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut.
  6. NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut perwakilan bergantung kpada rokod NS.
  7. SOA record atau catatan otoritas awal (start of Authority) mengacu server DNS yang Menyediakan otorisasi informasi tentang sebuah domin internet.
  8. SRV recordI adalah catata lokasi secara umum.
  9. Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke ddalam DNS. Catatan tersebut biasanya juga digunakan di spesifikasi sender policy framework
  10. Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi seperti HTTP atauPOP3 untuk sebuah domain.

Aplikasi DNS Server

Beberapa jenis perangkat lunak DNS menerpkan metode DNS. Beberapa diantaranya :

  1. BIND (Berkeley Internet Nama Domain) adalah aplikasi server DNS yang paling umum digunakan di internet, khususnya pada sistem operasi bertipe Unix yang secara de facto merupakan standar 10 dari 13 server root level domain menggunakan bind dan sisanya menggunakan NSD BIND awalnya dibuat oleh empat orang mahasiswa d CSRG Universitas California Berkeley dan pertama kali dirilis di dalam 4.3 BSD.
  2. NSD (Name Server Daemon) aplikasi server DNS server yang dikembangkan oleh Nlnet Labs of Amsterdam bekerjasama dengan RIPE NCC dan di desaiun sebagai Athoritative Name Server (yaitu tidak menjalankan fungsi caching rekursif secara default), digunakan oleh 3 dari 13 server root level domain.
  3. Djbdns (Daniel J. Bernstein’s DNS)
  4. MaraDNS
  5. QIP (Lucen Technologies)
  6. Unbound
  7. PowerDNS
  8. Microsoft DNS (Untuk edisi server dari Windows 200 dan 2003)

Jenis – jenis DNS Server

Dalam membangun DNS server, terdapat beberapa type atau jenis dari DNS server yaitu :

a. DNS Server Master / Primary

Adalah server DNS Server yang bertanggung jawab atas resolusi domain dan subdomain yang dikelolanya. Satu DNS server dapat mengelola lebih dari 1 domain sekalogus DNS server master memiliki otoritas (Authoritative) penuh terhadap domain da subdomain yang dikelolanya mulai dan pembuatan domain sampai dengan penentuan parameter didalamnya seperti subdomain, TTL, No server dan sebagainya.

b. DNS Server Slave / Secondary

Adalah DNS server yang berfungsi untuk membackup DNS server master, sehingga saat DNS server master down maka DNS master slave dapat menggantikannya Master. DNS server slave tidak berhak mengelola domain ataupun subdomain yang dimilikinya, dan mendapatkan data –data dmain dan sub domain dengan cara menyalin/mengcopy dari DNS server master secara periodik / berkala sesuai konfigurasi yang dibangun.

c. DNS Server Caching

Adalah DNS server yang mendapatkan data-data domain dari server lain (Master Zone) sebgai tanggapan atas permintaan klien dan kemudian menyimpan (cache) data-data domain tersebut secara lokal. Pada permintaan kedu atau berikutnya untuk data-data yang disimpan secara lokal (cache) sampai nilai (TTL) dan respon berakhir, kemudian pada saat itu server akan me-refresh data-data dari zona master kembali.

d. DNS Server Forward

Adalah DNS server yang hanya meneruskan permintaan DNS klien ke server DNS lain (Mater/slave/cache) dan tidak berhak menyimpan data-data dimain yang didapatkannya. Dapat diibaratkan hanya perantara antara klien dengan server DNS

Langkah Konfigurasi DNS Server Debian 8.7

1  Langkah pertama lakukan instalasi aplikasi DNS Server Debian dengan perintah

# apt-get install bind9

Tunggu proses Installnya selesai

Kemudian konfiguasi DNS dengan perintah dibwah ini. Konfigurasi pada gambar 1.9 dibawah ini :

# nano /etc/bind/named.conf.default-zones

konfigurasi DNS Server

Gambar  konfigurasi named.conf.default-zones

2. Lakukan copy db.local dan db.127, dengan perintah

# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.sekolah
# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192

3. Konfigurasi db.sekolah dengan perintah # nano /etc/bind/db.sekolah kemudian ubah seperti gambar dibawah ini:

konfigurasi DNS Server Debian

Gambar  Konfigurasi db.sekolah

4. Konfigurasi db.192 dengan perintah # nano /etc/bind/db.192 kemudian ubah seperti gambar  dibawah ini:

konfigurasi DNS Server Debian db.192

Gambar Konfigurasi db.192

5. Selanjutnya kita restart bind9 dengan perintah

# etc/init.d/bind9 restart

Tampilan seperti gambar  dibawah ini :

Restart DNS Server

Gambar Restart bind9

5. Kemuadin kita cek apakah konfigurasi DNS kita sudah benar atau belum dengan perintah

# nslookup 192.168.10.1

Jika konfigurasi benar maka seperti gambar  dibawah ini :

Nslookup DNS Server

Gambar nslookup DNS

Demikian tadi pembahasa kami mengenai Konfigurasi DNS Server Debian 8.7 semoga yang kami bagikan menjadi manfaat untuk kalian semua……..Kunjungi juga Video tutorial kami di sini….