Install DHCP Server

Konfigurasi DHCP Server Debian 8.7 Pasti Work

Oke bagi teman teman pada kesempatan kali ini saya akan coba memposting sebuah tutorial yaitu konfigurasi DHCP Server Debian 8.7. Nahh bagaimana proses konfigurasinya simak terus artikel ini.

DHCP SERVER

DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol ) Server merupakan sebuah protokol yang berbasis arsitektur clinet/server yang digunakan untuk mempermudah pengalokasian alamat ip address dalam sebuah jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat ip address ke pada semua komputer secara manual.

Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat ip address secara otomatis dari server DHCP. DHCP server pun juga memiliki kekurangan yaitu pemberian lamat ip address bergantung pada server, sehingga jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan tidak saling terhubung.

Manfaat DHCP Server

Adapun beberapa manfaat dari DHCP Server diantaranya yaitu :

  • DHCP memungkinkan menkonfigurasi secara otomatis, sehingga dapat sangat menyederhanakan menagemen jaringan.
  • DHCP yang memberikan mekanisme bagi manajemen lokal untuk mayoritas client TCP/IP pada internet work.
  • Dengan DHCP atau server DHCP dapat melayani beberapa clinet pada beberapa jalur interwork.

Pada kesempatan ini saya menggunakan linux debian 8.7 dalam menginstalasi DHCP server. Pada debian 8.7 untuk melakuakan istalasi DHCP Server kalian harus mempersiapkan Debian DVD 2 nya sebab paket DHCP berada di DVD 2.

Konfigurasi DHCP Server Debian 8.7

Berikut merupakan langkah-langkah instalasi DHCP Server pda Debian 8.7 adalah sebagai berikut :

1. Pastikan kalaian sudah mempersiapkan DVD 2 Linux Debian 8.7

2. Tambahkan DVD 2 pada komputer Server yang kalian gunakan.
Selanjutnya ketik config # adp-cdrom add
Tunggu proses penambahan DVD selesai

3. Lakukan Instalasi DHCP Server dengan Perintah :
# apt-get install isc-dhcp-server

Install DHCP Server
4. Tunggu Proses Instalasi Selesai.
5. Setelah itu lakuakan edit Script pada DHCP server dengan perintah
    # nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

6. Ubah Script Seperti gambar dibawah ini :

Konfigurasi DHCP Server

Konfigurasi DHCP Server
Keterangan :

  • Subnet : alamat network (subnet) yang digunakan
  • Range : rentang ip yang bisa digunakan untuk client
  • Optain-domain-name-servers : dns yang digunakan, bisa juga lebih dari satu DNS
  • Optain-domain-name : dns yang diigunakan
  • Optain-routers : IP dari Gateway atau router yang digunakan dalam jaringan.
  • Optain broadcast-address : Alamat ip broadcast yang digunakan dalam jaringan
  • Default-lease-time dan max-lease-time : jangka waktu penggunaan IP oleh Komputer pada client (600 detik = 10 Menit
  • Max lease time : maksimum waktu peminjaman penggunaan IP oleh komputer clinet (7200 detik = 2 jam )

7. Setelah konfgurasi semua benar kemudian lakuakan restart pada DHCP Server menggunakan perintah :                         # service isc-dhcp-server restart atau /etc/init.d/ isc-dhcp-server restart

Restart DHCP Server

8. Hilangkan konfoigurasi ip address pada komputer client, seperti gambar berikut :

IP Address
9. Kemudian cek apakah komputer client sudah mendapatkan alamat ip dari DHCP server, jika sudah maka seperti gambar berikut :

IP DHCP Server

10. Selanjutnya lakukan tes koneksi jaringan dengan perintah ping dari komputer client ke Server. Jika berhasil maka seperti berikut

PIng

Demikian pembahasan singkat kami mengenai konfigurasi DHCP Server pada Debian 8.7 semoga bermanfaat. Kunjungi juga tutorial Instalasi Linux Debian 8.7….!!!!